Potensi

Sumber Daya Air

Potensi sumber daya air di Kabupaten Kerinci sangat melimpah, karena letaknya yang berlokasi di dataran tinggi dengan kondisi topografi pergunungan dan hutan lebat, disertai beberapa alur sungai dan anak sungai. Sebagian aliran sungai dan anak sungai bermuara ke Danau Kerinci, kemudian mengalir melalui Sungai Batang Merangin sampai ke pantai timur Jambi. Sebagai gerbang utama arus ke luar deposit air dari Danau Kerinci, Sungai Batang Merangin semerupakan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci.

Sungai lain yang terdapat di Kabupaten Kerinci adalah Sungai Sikai, Sungai Rumpun, Sungai Tanduk, Sungai Cibudak, Sungai Dadap, Sungai Simpang Tutup, Sungai Siulak Deras, Sungai Koto Rendah, Sungai Bukit Sembahyang, Sungai Dusun Baru, Sungai Pendung Mudik, Sungai Air Patah, Sungai Terung, Sungai Semurup, Sungai Tutung, Sungai Bungkal, Sungai Batang Serong, Sungai Renah Kayu Embun, Sungai Batu Lumut , Sungai Tanah Kampung, Sungai Hiang, Sungai Batang Sangir, Sungai Betung Kuning, Sungai Cupak Raja Seleman, Sungai Talang Kemulun, Sungai Lubuk Pagar, Sungai Tapan, Sungai Air Jernih, Sungai Air Terjun, Sungai Air Lintah, Sungai Talang Kemuning, Sungai Rawa Air Lingkat, Sungai Rumpun dan Sungai Renah Sako. Selain bermuara di Danau Kerinci, sebagian dari sungai ini mengalir ke Sumatera Barat seperti Sungai Air Terjun ke Kabupaten Solok Selatan dan Sungai Batang Sako ke Kabupaten Pesisir Selatan.

Yang menjadi permasalahan adalah daerah aliran Sungai (DAS) yang melewati wilayah Kabupaten Kerinci sudah mengalami pencemaran dan kerusakan sebagai akibat penebangan hutan, sehingga pada musim hujan banyak massa tanah yang hanyut (erosi) dan mengakibatkan pendangkalan sungai dan pendangkalan Danau Kerinci serta mempengaruhi kadar kapur tanah. Pendangkalan sungai dan danau terjadi sebagai akibat tersuspensinya colloid tanah liat humus di dasar air.

Potensi sumerdaya air lainnya di Kabupaten Kerinci adalah keberadaan beberapa danau yang terdiri atas: Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Lingkat, Danau Belibis dan danau-danau kecil lainnya yang berpotensi untuk diolah sebagai air mineral dan dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit energi listrik PLTA.

Potensi Sumber Daya Wisata Alam

Karakteristik tofografis dan morfologis yag dimilikinya menjadikan Kabupaten Kerinci sebagai wilayah yang beriklim sejuk dan berpanorama alami sangat indah dan menakjubkan. Kondisi ini menganugerahi Kerinci suatu potensi sumber daya wisata alam (ekowisasta) yang sangat besar. Potensi wisata alam juga ditunjukkan oleh kekayaan flora dan fauna dengan keanekaragamannya yang sangat tinggi khususnya dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Keragaman potensi flora mencakup lebih kurang 4000 jenis yang didominasi oleh famili dipterocarpacae, leguminosae, lauraceace dan mirtaceae serta terdapat semak-semak alvin dari vaccinium rhododendron pada daerah di atas 3000 mdpl. Selain itu juga terdapat tegakan alam pinus mercuri strain Kerinci, bunga bangkai, amorphophallus titanum, bunga reflesia arnoldi dan berbagai jenis flora lainnya.

Tidak jauh berbeda dengan kekayaan flora, pada kawasan TNKS juga terdapat berbagai jenis fauna yaitu mencapai 37 jenis mamalia, 139 jenis burung, 10 jenis reptelia dan 6 jenis primata. Berbagai jenis satwa langka lainnya yang ditemukan adalah badak sumatera (dicerorphinis sumatrensis), harimau sumatera (phantera tigiris), macan dahan (neopelis nebbulosa, kambing hutan (capricornis sumatrensis, dengan jenis primata seperti siamang (sympalangus syndactilus), ungko (hylobetes agilis), simpai (presbytis melaluphos), wau-wau hitam (Hylobates lar), beruk (maraca nemestrina, kera (mancaca dascicu-laris) dan fauna lainnya.

Potensi sumber daya obyek wisata alam lainnya adalah Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Lingkat, Air Terjun, Gunung Kerinci, Air Panas, Aroma Peco, Goa, Panorama Alam, Batu Gong Pondok, Batu Bersurat, Mesjid Agung Pondok Tinggi, Mesjid Keramat Pulau Tengah, Periuk tembikar Rawang dan Tulisan Rencong pada kulit kayu dan tanduk. Danau Gunung Tujuh merupakan danau yang berada diatas pegunungan bukit barisan dan tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara, sementara Gunung Kerinci tercatat sebagai gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia.

Sumber Daya Hutan

Kehutanan dan Perkebunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dimana kawasan Kehutanan dan Perkebunan keberadaaanya hanya berada pada satu wilayah merupakan salah satu sumber daya alam karunia Allah SWT yang keberadaannya secara langsung maupun tidak langsung memberikan manfaat atau kontribusi yang besar terhadap kehidupan manusia. Secara ekonomis hutan dapat menghasilkan kayu, satwa dan hasil hutan ikutan lainnya, secara ekologis hutan berfungsi sebagai pengatur tata air, lingkungan, penjaga kesuburan tanah, stabilitas iklim maupun perannya sebagai sarana wisata dan Perkebunan secara ekonomis dapat menghasilkan produk perkebunan, pengaturan tata air, dan dapat mejaga keseimbangan lingkungan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hutan dan perkebunan memiliki fungsi-fungsi vital terhadap kelangsungan hidup manusia, yang jika tidak dikelola secara bijaksana dapat mendekatkan manusia pada jurang kehancuran dan bencana.

Seiring dengan semakin besarnya kebutuhan hidup manusia dalam kaitannya terhadap keberadaan fungsi hutan dan lahan perkebunan, dapat menyebabkan peningkatan tekanan/ gangguan yang mengakibatkan penurunan kualitas dan fungsi hutan dan lahan perkebunan. Tekanan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua hal, yaitu : tekanan terhadap lahan (kawasan hutan dan perkebunan), maupun tekanan terhadap hasil hutan dan produk perkebunan. Tekanan terhadap lahan, kegiatannya adalah membuka hutan dan kawasan hutan untuk perladangan, pemukiman dan pembakaran hutan sebagai persiapan lahan budidaya tanaman komoditi perdagangan (perkebunan) atau tanaman semusim. Sedangkan tekanan terhadap hasil hutan, kegiatannya berupa pengambilan hasil hutan tanpa memperhatikan status fungsi hutan, azas kelestarian hasil serta tidak adanya upaya pelestarian dan pembudidayaan spesies (flora maupun fauna) dan tekanan pada hasil perkebunan, kegiatannya berupa pemanfaatan/ pengambilan produk perkebunan dan lain-lain tanpa memperhatikan peremajaan kembali dan kualitas daya saing produk. Untuk itulah diperlukan kelembagaan dan regulasi yang populis mengatur tentang pemanfaatan dan pelestarian fungsi hutan dan lahan perkebunan bagi kesejahteraan manusia.

Luas Wilayah Kabupaten Kerinci adalah 380.000 Ha dan merupakan Kabupaten terkecil ketiga di antara Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Jambi (seluas 7,20 % dari total luas Propinsi Jambi). Dari luas wilayah Kabupaten Kerinci keseluruhan 191.822 Ha (50, 37 %) merupakan wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, hanya sekitar 189.27 Ha (49,63 %) yang merupakan areal penggunaan lain seperti, kawasan hunian, hutan konservasi dan lahan pertanian serta perkebunan.

Wilayah Kabupaten Kerinci merupakan daerah pegunungan yang membentang dari Gunung Kerinci sampai Gunung Raya, sebagian besar (98,44 %) berada pada ketinggian 500 m

Tulis Komentar

Penulis

tinohuda
Rab, 19/02/2014 - 22:21