Danau Kerinci Ditetapkan Menjadi Kawasan Minapolitan

Danau Kerinci telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan perikanan berbasis perairan umum oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai kawasan produksi dan pembudidayaan ikan. Hal tersebut di ungkapkan oleh Asipus, Direktur Budidaya Ikan DKP pada saat pembukaan FMPDK X (27/10 ). Menurut Asipus, dengan ditetapkannya Danau Kerinci sebagai kawasan minapolitan, bersamaan dengan hal itu DKP juga menetapkan ikan semah sebagai produk unggulan nasional yang hidup di dalam Danau Kerinci. Dikatakannya, sudah saatnya Pemkab Kerinci mengupayakan rehabilitasi atau pemilihan kondisi sumber daya ikan dan lingkungannya juga menjadi penting. Hal tersebut perlu dilakukan guna mendukung Ikan Semah Juga Ditetapkan Sebagai Produk Unggulan Nasional dan menjamin terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan sebagaimana diamanatkan pada tata laksana perikanan yang bertanggung jawab. Selanjutnya, dalam pemanfaatan perairan umum untuk tujuan pembangunan sektor ekonomi gunameningkatkan kesejahteraan rakyat, Pemerintah berencana meninngkatkan usaha penangkapan ikan di perai aran umum dengan berbagai perlakuan. Untuk perairan umum yang relatif tertutup seperti waduk dan danau dikembangkan sebagai sistem yang dikenal sebagai cul-ture base fisheries (CBF) yaitu pengembangan usaha pembenihan dan pendederan ikan untuk mencapai ukuran tertentu yang selanjutnya ditebarkan di waduk atau danau. Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah merencanakan akan memberdayakan panti-panti benih ikan yang sudah ada atau dapat juga membangun mini hatchery yang khusus menyediakan benih untuk keperluan pemulihan sumber daya Kabupaten Kerinci memiliki lahan pertanian yang luas di Provinsi Jambi. Sejumlah potensi pertanian digarap oleh masyarakat Kerinci sebanyak 24.529 Ha lahan pertanian dibudidayakan beragam produk pertanian. Untuk diketahui bahwa Kabupaten Kerinci memiliki luas tanah untuk pertanian seluas 30.154 Ha dengan jumlah panen 21.915 Ha. Sementara kebutuhan akan konsumsi sebanyak 12 Kg/kapita X jumlah penduduk 233.043 jiwa dengan jumlah konsumsi 28.037ton. Kabupaten Kerinci surplus beras 21.586 ton. Oleh sebab itu, Kabupaten Kerinci berhasil meraih juara II pameran pertanian pada Hari Krida Pertanian dan meraih juara satu se-Provinsi Jambi pengolahan pupuk kompos. Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci terus melakukan berbagai upaya untuk memproteksi produk pertanian Kabupaten Kerinci. Salah satu produk pertanian tersebut yaitu beras Kerinci yang dikenal memiliki kualitas dan cita rasa yang tinggi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci Ir. Kamil Mengatakan paada tahun 2010 ini, Dinas Pertanian telah mempatenkan beras Kerinci dengan merek beras Kerinci cap Gadieh Kincai yang diproduksi oleh UP. Kawan Setia - Desa Kemantan Hilir Kecamatan Air Hangat Timur Kerinci - Jambi. Dikatakannya, dengan dipatenkannya beras Kerinci tersebut, kita harapkan beras Kerinci bisa lebih terlindungi dengan baik sehingga harga beras Kerinci bisa menjadi stabil. Permasalahan kita selama ini adalah beras Kerinci yang tidak dibawa ke Padang disebut dengan beras Solok. Sementara beras tersebut berasal dari Kerinci. Begitu juga dengan cabe kentang dan hasil pertanian lainnya produk pertanian Kerinci tapi disebut beras daerah tertentu. "Kita tidak ingin lagi ada pencatutan nama produk pertanian Kerinci", tegas Kamil. Untuk mengantisipasi agar produk pertanian Kerinci tidak dicatut sebagai hasil pertanian daerah lain, Dinas Pertanian Kerinci juga mengharapkan agar pengusaha pertanian yang ada di Kabupaten Kerinci mau mempatenkan hasil pertanian seperti kentang, cabe, kol dan produk lainnya. "Dinas Pertanian siap memfasilitasi pengusaha tersebut untuk mempatenkan produk Kerinci", ujar Kamil dengan nada bangga. Diungkapkannya lagi, pempatenan beras Gadieh Kincai tersebut memang membutuhkan perjuangan panjang diDepartemen Pertanian. Tapi berkat kerjasama kita semua, beras Kerinci akhirnya bisa dipatenkan, untuk dijual market share yang ada di Sumatera dan seluruh Indonesia. Pada saat ini Dinas Pertanian telah mencetak karung lengkap dengan merek beras Gadieh Kincai. Nantinya beras Kerinci yang akan kita jual telah memakai brand yang sudah diakui oleh Departemen Pertanian. Untuk pemasarannya, Dinas Pertanian juga telah membuka kios di Kota Jambi tepatnya di Mayang sebagai pusat informasi dan penjualan dengan beras Kerinci cap Gadieh Siap Dipasarkan di Sumatera dan Pulau Jawa Kincai. "Siapa saja yang ingin menikmati kualitas beras Kerinci bisa didapat di kios Mayang", jelasnya, (susi ningsih) ikan yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat maupun swasta. Jenis ikan yang akan diproduksi diprioritaskan padajenis ikan lokal yang berasal dari perairan tersebut dan mempunyai nilai ekonomis. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan KabupatenKerinci, Gasdinul Gazam mengatakan Pemkab Kerinci sangat optimis Danau Kerinci akan mampu menghasilkan ikan dalam skala yang cukup besar. "Kita mengharapkan dukungan dari seluruh elemen baik Pemerintah maupun masyarakat khususnya nelayan", tegasnya. Diungkapkannya, pada tahun 2010 ini Pemerintah Kabupaten Kerinci telah menebar 185.000 ekor benih ikan semah ke dalam Danau Kerinci. Pada bulan Juni 2010, Pemerintah bersama masyarakat telah menebar ikan semah sebanyak 150.000 ekor. Pada bulan Maret sebanyak 15.000 ekor dan pada FMPDK X ini Pemkab kembali menebar ikan semah sebanyak 20.000 ekor. Dengan ditebarkannya ratusan ribu ekor ikan tersebut, mudah-mudahan ikan tersebut akan terus tumbuh dan berkembang di dalam Danau Kerinci, di samping itu juga diharapkan kepada nelayan perairan Danau Kerinci untuk tetap menjaga kelestarian ikan tersebut sehingga program Pemerintah Pusat One Man One thousand fries (satu orang seribu ikan) dapat terlaksana, (erlina) Sumber: Tabloid Kerinci Membangun edisi Khusus HUT Kerinci Ke-52 Tahun 2010

Share this