Bukit Tengah Disetujui Presiden RI

Setelah Kabupaten Kerinci dimekarkan dengan Kota Sungai Penuh, sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Kabupaten Kerinci sebagai kabupaten induk harus meninggalkan Kota Sungai Penuh. Proses penetapan Bukit Tengah sebagai calon tunggal Ibukota kabupaten juga berjalan alot setelah terdapat pro dan kontra antara tokoh masyarakat Kerinci hilir dan Kerinci mudik. Gonjang-ganjing terus berjalan tentang penetapan Ibukota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah hilir mudik sejak lima bulan lalu. Kendatipun Bupati Kerinci telah menyerukan kepada seluruh camat dalam Kabupaten kerinci agar mencari lokasi pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Kerinci seluas 300 hektar, hanya Camat Siulaklah yang dapat menyediakan tanah untuk lokasi perkantoran orang nomor satu di Bumi Kerinci ini, yaitu di Bukit Tengah. Ketetapan bisa diambil setelah mendapat persetujuan dari DPRD Kabupaten Kerinci. Nama Bukit tengah bergema di Istana Negara. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan respon tentang perpindahan Ibukota Kabupaten Kerinci ke Bukit Tengah Kecamatan Siulak. Maka pada tanggal 8 Juni 2010, Bupati Kerinci H. Murasman, menunjuk Bukit Tengah sebagai I bu Kota Kabupaten Kerinci. Sepekan kemudian,tepatnyatanggal 14 Juni diserahkan kepada DPRD dan awal bulan Juli disetujui oleh Gubernur Jambi. Tanggal 28 Juli mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri. Kini Bukit Tengah resmi menjadi Ibukota Kabupaten Kerinci. Tiada lagi yang akan mengklaim, karena ini sudah merupakan keputusan presiden. Pada tanggal 1 November 2010 tim dari Kabupaten Kerinci telah melaksanakan ekspos di Kementerian Dalam Negeri tentang pembangunan ibukota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah. Pada tanggal 4 November, tim dari Jakarta akan turun ke daerah Kabupaten Kerinci untuk meninjau lokasi pembangunan Ibukota dilanjutkan dengan penyusunan Peraturan Pemerintah. Melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B/342/M.Sesneg/D-4/10/2010, Presiden menyatakan persetujuannya untuk melakukan penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pemindahan Ibukota Kabupaten Kerinci. Surat Presiden ini keluar berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 188.31/3216/SJ tanggal 9 Agustus 2010 yang disampaikan kepada Presiden tentang permohonan perpindahan Ibukota Kabupaten Kerinci ke Bukit Tengah Kecamatan Siulak. Dalam surat persetujuan tersebut. Presiden meminta Menteri Dalam Negeri untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan Ham serta menteri dan pimpinan lembaga terkait untuk membentuk panitia antar kementerian. Dengan ditetapkannya Bukit Tengah sebagai Ibukota Kabupaten Kerinci, mendapat respon dari 27 Desa Siulak. Bupati Kerinci H. Murasman, Sekda kerinci Drs. H. Dasra, MTP beserta unsur muspida, TNI-Polri dan PNS bergabung dengan masyarakat melaksakan gotong royong di Bukit Tengah pada tanggal 23 Oktober 2010 sebagai lokasi perkantoran. Bupati, Sekda, Dandim0417 Kerinci, Kapolres Kerinci serta anggota DPRD Kabupaten Kerinci ikut mendaki Bukit Tengah dengan menempuh perjalanan dua jam dari lokasi irigasi Lubuk Nagodang kemudian dilaksanakan acara silaturrahim dengan masyarakat di SMK RSBI. Tokoh masyarakat Siulak Yaruddin, ketika mengadakan silaturrahim dengan seluruh masyarakatusaimelaksanakan gotong royong bersama unsur muspida Kerinci menyebutkan bahwa warga tidak keberatan kalau lahan mereka dijadikan pusat perkantoran Ibukota Kabupaten Kerinci. "Karena ini sudah merupakan kesepakatan antara aparat pemerintah desa serta depati ninik mamak sudah menghibahkan tanah seluas 300 hektar untuk dijadikan lahan pembangunan perkantoran Ibukota Kabupaten Kerinci", ungkapnya. Dikatakannya, pemuda, kaum adapt, orang tua, cerdik pandai juga sudah sepakat akan tetap bahu membahu pelaksanaan pembangunan ibukota tersebut sehingga demikian pembangunan akan bisa lancar dilaksanakan. Yaruddin meminta kepada Pemerintah Daerah untuk tidak menebang tanaman yang ada di dalam kawasan tersebut jika memang tidak diperlukan."Jika ada yang tidak terpakai, kami mengharapkan pohonnya jangan ditebang, kalau terpakai, ya persilakan", lanjutnya. Bupati Kerinci pada kesempatan ini mengucai terima kasih kepada seluruh warga yang mengiklaskan tanah untuk pembangi pusat perkantoran Ibt Kabupaten Kerinci. Dia berharap jangan lagi masalah pembeb lahan. Kalau memang selesaikan secara baik sehingga tidak mengha pembangunan. Jangan pula menangguk di air keruh. Bupati meminta warga tidak menebang pohon-pohon yang besar karena nanti ada konsultan yang menentukan mana yang ditebang dan mana yang tidak. Bupati Kerinci kepada redaksi Kerinci Membangun menjelaskan kompleks perkantoran ini merupakan yang termegah di Sumatera, dibangun dengan dana Rp 1 triliun. Segala sesuatunya sudah kita persiapkan, hanya menunggu pelaksanaannya saja lagi. Untuk merealisasikan hal itu, Pemkab Kerinci telah mengajukan anggarannya kepada Pemerintah Pusat sebesar Rp 1 triliun yang nantinya akan dicairkan dalam beberapa tahap. Dikatakan Bupati, prioritas utama dalam pembangunan ini Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan beberapa kantor lainnya yang memiliki peranan vital dalam menunjang pelaksanaan pembangunan. Untuk pematangan lahan, Pemkab Kerinci telah menganggarkan dana Rp 1,8 milyar yang sudah disahkan oleh DPRD Kerinci pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan tahun 2010 dan sudah dievaluasi di Jambi. "Kalau segala admistrasinya sudah selesai maka dananya akan kita cairkan", ungkap Bupati Kerinci. Diperkirakan pada bulan Desember 2010 ini pematangan sudah selesai dilaksanakan sehingga pada tahun 2011,pembangunan segera dilaksanakan. Kepada seluruh warga, Bupati mengingatkan untuk tidak membuat sikap premanisme ketika pelaksanaan pembangunan. Jika mau minta kerja, mintalah secara baik-baik dengan kontraktor."Saya mau minta bantuan keamanan kepada Kapolres Kerinci agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan lancar", ujar Bupati Kerinci. (Azmal Fahdi) Sumber: Tabloid Kerinci Membangun edisi Khusus HUT Kerinci Ke-52 Tahun 2010

Share this