Tentang Kerinci

Secara geografis Kabupaten Kerinci berada di ujung paling barat Propinsi Jambi. Daerah ini berupa dataran tinggi yang berada di antara 500 s/d 1.500 meter dari permukaan laut. Luas Wilayah Kabupaten Kerinci adalah 380.000 Ha dan merupakan Kabupaten terkecil ketiga di antara Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Jambi (seluas 7,20% dari total luas Propinsi Jambi). Sementara sejumlah 191.822 Ha (50,37%) merupakan wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat. Hanya sekitar 189.27 Ha (49,63%) yang menjadi kawasan hunian, hutan konservasi dan lahan pertanian serta perkebunan. Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dikenal sebagai surga bagi keanekaragaman hayati sekaligus berfungsi sebagai paru-paru dunia.

Pada tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Kerinci tercatat sebanyak 241.067 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 119.020 jiwa dan perempuan sebanyak 21.605 jiwa, sedangkan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,83 persen per tahun. Penduduk Kabupaten Kerinci tersebar di 16 kecamatan, yaitu: Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Bukit Kerman, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Air Hangat Barat, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Siulak, Kecamatan Siulak Mukai, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Kayu Aro Barat, dan Kecamatan Gunung Tujuh. Serta 286 desa dan 2 kelurahan tersebar di sana.

Secara administratif di sebelah utara Kabupaten Kerinci berbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatera Barat. Di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Merangin, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Muko-muko, Propinsi Bengkulu. Sementara di tengah-tengah Kabupaten Kerinci terdapat wilayah administratif Kota Sungai Penuh yang merupakan hasil pemekaran sebagaimana di atur dalam UU No 25/2008.

Daerah yang berhawa sejuk dan terletak di sepanjang bukit barisan ini juga terkenal dengan pesona alam yang unik dan indah, diantaranya adalah Danau Kerinci dan Gunung Kerinci, dan lainnya. Daerah ini juga memiliki budaya yang kaya, bisa dilihat dari kenyataan bahwa hampir setiap desa memiliki ciri khas logat bahasa tersendiri yang berbeda antara satu desa dengan desa lainnya, meskipun desa itu sangat berdekatan.

Sakti Alam Kerinci adalah sebutan lain dari Kabupaten Kerinci. Pun, Kerinci dikenal dengan julukan Sepenggal Tanah Surga, sebutan ini merefleksikan betapa Wilayah Kerinci memiliki panorama yang sangat memukau.

Gunung Kerinci puncaknya berada pada ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (dpl), merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia. Sementara itu, di kaki Gunung Kerinci terhampar perkebunan teh yang luas menghijau milik PTPN VI Kayu Aro. Pesona alam lainnya adalah Bukit Khayangan, Danau Belibis, Danau Lingkat, sumber air panas Semurup hingga Air Terjun Telun Berasap.

Diantara potensi wisata yang ada, Danau Gunung Tujuh dikenal memiliki daya tarik yang luar biasa. Berada pada ketinggian 1.950 meter dari permukaan laut. Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Danau yang oleh sebagian warga sekitar disebut juga dengan nama “Danau Dewa” ini memiliki luas sekitar 12km dengan kedalaman maksimal 40 meter, dikelilingi oleh gunung vulkanik yang memiliki tujuh puncak, sedangkan puncak tertinggi berada pada ketinggian 2.732 meter dpl.

Tak hanya itu, Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang bukan saja memiliki keindahan dan geomorfologi yang luar biasa. Beberapa kalangan meyakini danau ini sebagai “radiator” yang menjadi pendingin Gunung Kerinci, karena letaknya yang berdekatan.

Setiap orang memang terkagum-kagum dengan pesona alam Kerinci yang memukau. Ditambah lagi dengan ritual adat dan kesenian khas daerah ini seperti sike rebana, tari rangguk dan yang paling populer saat ini adalah tari rentak kudo yang merupakan tarian massal yang selalu hadir dalam berbagai perayaan masyarakat setempat, menambah pesona daerah ini. Sehingga penyair-penyair setempat sering menyebutkan Kabupaten Kerinci dengan sebutan “Sepenggal Tanah Surga Yang Dititipkan Di Bumi”.

Dengan kata lain, Kerinci memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, hanya saja infrastruktur yang mendukung program pariwisata tidak tersedia secara baik. Di tingkat pasar pariwisata domestik wisata Kerinci belum menjadi tujuan pokok masyarakat, apalagi di tingkat Internasional. Tahun 2008 adalah tahun “Visit Indonesia Year” yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, tentu saja pencanangan itu diikuti dengan promo secara besar-besaran. Seharusnya tahun ini menjadi tahun yang sangat strategis bagi Pemerintah Kerinci untuk memaksimalkan potensi pariwisatanya.

Selain itu alam Kabupaten Kerinci juga menyimpan potensi galian andesit yang terdapat di desa Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci, Tj. Batu, Kaliangga dan Pulau Pandan Kecamatan Batang Merangin. Ada juga emas yang terdapat di Sei Kumun Udik, Bukit Khayangan, Sei Indra Pura, Sei Betung Mudik, Siulak, Sei Jambu. Selain itu, kwarsa juga terdapat di Simpang Tutup, Siulak Deras dan daerah lainnya.

Baru-baru ini pihak swasta telah memulai pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geothermal) sebagai upaya mensuplai energi di Kerinci dan regional Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Artinya potensi kecukupan energi sangat bisa diandalkan di Kerinci, sehingga peluang tumbuhnya iklim usaha dan transformasi masyarakat ke depan menjadi sangat besar.

Di atas semua itu, ditinjau dari segi kesuburan tanah dan luas lahan, Kabupaten Kerinci dikenal sebagai daerah pertanian yang sangat potensial dengan tanaman primadona yaitu kayu manis (Cassiavera) untuk bidang perkebunan dan padi (Oriza Sativa) untuk tanaman pangan. Pemerintah Kabupaten Kerinci juga telah melakukan kerjasama dengan PT Pertani dan juga BATAN guna mengembangkan potensi pertanian berbasis teknologi tinggi. Upaya Pemerintah Kabupaten ini akan memberikan manfaat yang tinggi bagi masyarakat Kerinci. Lahan pertanian di Kerinci bias diperluas, produksi pertanian bisa ditingkatkan secara lebih optimal. Meskipun merupakan dataran tinggi yang terletak di sepanjang bukit barisan, namun kabupaten yang populer dengan beras Payo ini merupakan lumbung padi Propinsi Jambi. Di kaki bukit terhampar lahan persawahan yang saat ini lebih kurang seluas 30.601 hektar. Kini, bekerjasama dengan PT Pertani lahan pertanian di Kerinci sedang diperluas sejumlah 20.000 hektar.

Laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah juga mengakibatkan derasnya arus alih fungsi lahan sawah potensial menjadi lahan pemukiman atau perumahan, pasar, perkantoran dan sebagainya. Setiap tahunnya diperkirakan 2,0-2,5 persen (343-428 hektar) lahan persawahan yang dialih fungsikan. Fenomena ini telah berlangsung sejak 30 tahun yang lalu dan akan terus berlangsung, karena tidak ada lahan alternatif yang bisa dijadikan kawasan pengembangan penduduk kecuali sawah. Lahan lain yang kosong hanyalah perbukitan.

Ketersediaan infrastruktur terutama jalan raya menjadi problem sangat penting yang perlu segera dicarikan solusinya. Produksi pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat sangat tergantung pada lancarnya transportasi guna mendukung aktivitas perdagangan. Tantangan pemerintahan kabupaten ke depan adalah penyediaan infrastuktur yang memadai dengan melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik baik ditingkat pemerintah daerah, propinsi, pusat maupun dengan investor.

Share this