Kementerian PPN/Bappenas Luncurkan Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019

Pada Rabu (15/10), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas meluncurkan Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) 2014-2019 di Ruang SG 2-4 Gedung Bappenas. Acara Peluncuran RPI 2014-2019 ini merupakan tindak lanjut setelah terbitnya Peraturan Presiden  Nomor  96  Tahun  2014. Hadir dalam kesempatan ini diantaranya: Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana; Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta; mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019, Ir. Tifatul Sembiring; Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Dr. Ir Lukita Dinarsyah Tuwo; Deputi Sarana dan Prasarana ­Bappenas, Dr. Ir. Dedi Supriadi Priatna; Ketua Dewan Teknologi Informasi Nasional (Detiknas), Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie; Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk,  Arief Yahya; dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Dalam sambutannya, Ibu Menteri Armida mengharapkan pemerintah mendatang memberikan perhatian yang serius terhadap rencana Pitalebar Indonesia karena memiliki manfaat untuk masyarakat yang lebih luas. “Rencana Pitalebar ini mampu mengikis kesenjangan di Indonesia. Kesenjangan yang dimaksudkan adalah kesenjangan sosial ekonomi dan kesenjangan pembangunan antar wila­yah,” katanya. 

Menurut Ibu Menteri Armida, cara yang paling tepat untuk mengurangi kesenjangan tersebut adalah pemanfaatan jaringan internet kecepatan tinggi ini untuk dunia pendidikan. “Pitalebar ini harus kita kenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah. Semua SD di Indonesia harus memiliki jaringan broadband. Tak hanya sekolah dasar unggulan semata, tapi juga seluruh sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Lukita Dinarsyah Tuwo menilai, dengan diluncurkannya RPI 2014-2019, Indonesia siap menjadi negara maju. “Oleh karena itu, pembangunan pita lebar harus segera dipercepat,” tegasnya.

Adapun Ir. Tifatul Sembiring meng­ungkapkan bahwa Pitalebar banyak memberikan hal positif, salah satunya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia mencontohkan keberhasilan Angry Birds menjadi salah satu gameterkenal dan Research In Motion yang mendunia karena mampu memanfaatkan jaringan pita lebar.

Dalam  lima  tahun  ke  depan,  pembangunan  pitalebar  nasional  direncanakan  dapat memberikan akses tetap di wilayah perkotaan ke 71% rumah tangga (20 Mbps) dan 30% populasi,  serta  akses  bergerak  ke  seluruh  populasi  (1  Mbps).  Adapun  di  wilayah  perdesaan,  prasarana  pitalebar akses tetap diharapkan dapat menjangkau 49% rumah tangga (10 Mbps) dan 6% populasi,  serta akses bergerak ke 52% populasi (1 Mbps).

Sebagai langkah awal, Program Unggulan yang mendorong pembangunan pitalebar nasional telah ditetapkan.  Program  Unggulan  tersebut  dibagi  ke  dalam  tiga  kelompok,  yaitu  (1)  Konektivitas  Ekonomi, yang terdiri atas Proyek Ring Palapa, Pipa Bersama, dan Proyek Percontohan Konektivitas  Nirkabel untuk Pitalebar Perdesaan; (2) Konektivitas Pemerintah dalam bentuk Jaringan dan Pusat Data Pemerintah Terpadu; dan (3) Pendorong (enabling) yang terdiri atas Reformasi Dana Kewajiban  Pelayanan Universal serta Pengembangan Sumber Daya Manusia dan  Industri TIK ­Nasional.

Selain itu, lima sektor prioritas pem­bangunan pitalebar juga telah ditetapkan, yaitu e-Pemerintahan, e-Kesehat­an,  e-Pen­didikan,  e-Logistik,  dan  e-Pengadaan. (*)

 

Share this