• 25 August 2025
  • Admin Web Portal

Tujuh Warga Penolakan PLTA Kerinci Dibebaskan, Bupati Monadi: Dialog Terus Dibangun Agar Penyelesaian Konflik Berjalan Damai Tanpa Anarkis

 class=

KERINCI " Tujuh warga Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan, Kabupaten Kerinci, Jambi, yang ditangkap saat demonstrasi penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pada Jumat (22/8/2025), akhirnya dibebaskan pihak kepolisian.

Pembebasan ini berlangsung setelah Bupati Kerinci, Monadi, turun langsung berdialog dengan warga yang sempat memblokade Jalan Nasional Kerinci"Jambi. "Saya menjaminkan diri untuk melepaskan tujuh orang yang ditangkap terkait pengerusakan alat berat," ungkap Monadi saat bertemu warga.
Monadi memastikan bahwa tujuh warga tersebut sudah dipulangkan pada Minggu malam (24/8/2025). "Sudah, sudah dipulangkan tadi malam," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (25/8/2025).

Bupati Monadi menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketenangan masyarakat dan mencegah aksi pemblokiran jalan terulang. Namun, ia juga mengingatkan bahwa demonstrasi harus dilakukan sesuai aturan.

"Demo itu hak masyarakat, tapi jangan sampai merusak fasilitas umum atau melakukan pengerusakan. Ada aturannya," tegasnya.

Pembebasan warga dilakukan dengan sejumlah kesepakatan, di antaranya larangan melakukan pemblokiran jalan maupun perusakan fasilitas.

Terkait penolakan sebagian warga, Monadi menjelaskan bahwa persoalan utama adalah nilai ganti rugi lahan. Menurutnya, pemerintah bersama perusahaan telah menetapkan ganti rugi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga (KK). Namun, ada kelompok warga yang menuntut hingga Rp300 juta per KK.
"Mereka tidak terima ganti rugi Rp5 juta, tetapi meminta Rp300 juta per KK. Pihak perusahaan tidak sanggup," jelas Monadi.

Hingga kini, jumlah warga yang sudah menerima ganti rugi mencapai 625 KK, terdiri atas 279 KK dari Desa Pulau Pandan dan 346 KK dari Desa Karang Pandan.

Monadi mengungkapkan, permasalahan ini telah dibahas bersama Tim Terpadu yang melibatkan Pemda, Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan. Namun, kesepakatan final belum tercapai sehingga memicu ketegangan di lapangan.

"Ini objek vital nasional, jadi pintu air PLTA tetap dibuka. Warga yang belum setuju akhirnya demo, dan terjadilah bentrokan, namun demikian kami Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap ke depan dialog dengan warga terus dibangun agar penyelesaian konflik dapat berjalan damai tanpa aksi anarkis" Harap Bupati Monadi.(IKP).





Berita terkait:

Bupati Monadi Hadir di Tengah Duka, Serahkan Bantuan Kebakaran di Bedeng Delapan dan Simpang Belui

Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Wabup Murison Ajak Masyarakat Bergerak Nyata Jaga Iklim

Kerinci Kembali Raih WTP, Bupati Monadi Apresiasi Dedikasi dan Komitmen Seluruh Jajaran Pemerintah Daerah

Tender RSUD Kerinci Rp137,5 M Rampung, Bupati Monadi: Kado Bahagia untuk Layanan Kesehatan Masyarakat Kerinci

Wakil Bupati Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia

Asia MX Bupati Kerinci Cup 2026 Sukses Digelar, Monadi: Ajang Bergengsi yang Gerakkan Ekonomi dan Pariwisata Daerah

Tiga Daerah Sepakat Dukung Penerbangan Batik Air, Bupati Monadi Teken Komitmen Penguatan Konektivitas Udara

Bupati Monadi Launching QR Code Kotak Amal Kerinci Terintegrasi, Densus 88 Apresiasi Inovasi Transparansi Dana Umat

Bupati Monadi dan Wabup Murison Serahkan Sapi Bantuan Presiden RI untuk Masyarakat Gunung Raya

Bupati Monadi Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Bukit Tengah, Ajak Warga Perkuat Semangat Pengorbanan dan Kepedulian
Kategori Berita

Government Public Relation


Pengunjung

  • Hari Ini 1493
  • Kemarin 3384
  • Minggu ini 50543
  • Bulan Ini 26802
  • Total 4688484